Kredit Pemilikan Tanah, Kemudahan Miliki Tanah

Kredit Pemilikan Tanah, Kemudahan Miliki Tanah

Harga tanah yang semakin lama semakin tinggi menjadikan pemilikan tanah salah satu pilihan investasi. Kredit Pemilikan Tanah (KPT) dapat menjadi solusi bagi Anda yang ingin membeli tanah namun terkendala karena belum cukup uang.

Keberadaan uang yang cukup masih menjadi masalah bagi orang yang ingin membeli tanah. Apalagi pasangan muda milenial, di mana mereka sedang menata perekonomian tapi juga harus memikirkan masa depan keluarga.

Memiliki tanah akan memberikan manfaat yang banyak, salah satunya adalah untuk membangun rumah. Jika untuk memiliki rumah sudah ada layanan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) banyak diminati , lalu bagaimana dengan kredit untuk pemilikan tanah kavling? Apakah layanan ini bisa membantu untuk segera memiliki tanah? Bagaimana syarat dan ketentuannya?

Berikut akan diulas segala sesuatu tentang Kredit Pemilikan Tanah.

Cara Memilih Tanah yang Tepat

Ada sebagian orang yang asal saja membeli tanah tanpa mengetahui peruntukan tanah tersebut. Pada akhirnya, setelah dibeli baru mengetahui bahwa tanah tersebut adalah lahan hijau yang tidak boleh digunakan untuk mendirikan bangunan.

Mengetahui proyek teerkini seperti pembangunan fasilitas umum atau infrastruktur yang akan dibangun pemerintah di sekitar area kavling juga bisa menjadi nilai tambah investasi.

Cara Memilih Tanah yang Tepat

Sebelum membeli tanah dan mengajukan KPT, ada baiknya Anda memilih tanah yang akan dibeli dengan teliti. Berikut adalah beberapa tips agar Anda dapat menemukan pilihan tanah yang tepat.

  1. Periksa langsung ke lokasi guna mengetahui lingkungan di sekitar tanah. Adakah akses jalan yang memadai? Bagaimana kondisi batas-batas wilayah?
  2. Mengetahui jenis tanah. Hal ini juga penting, sebab jika ingin dijadikan sebagai hunian, jenis tanah akan mempengaruhi kualitas air yang dihasilkannya. Hindari membeli tanah yang dekat dengan pabrik, jalur listrik tegangan tinggi dan sungai untuk mencegah risiko-risiko yang bisa datang di kemudian hari.
  3. Lihat perkembangan lingkungan sekitar. Untuk keperluan investasi dan peluang kenaikan harga, Anda juga perlu dengan jeli memperhatikan perkembangan lingkungan sekitar wilayah yang Anda target. Apakah sudah tersedia fasilitas umum seperti layanan kesehatan, perbelanjaan, sekolah dan akses transportasi terdekat?
  4. Status tanah dan peruntukan terbarunya. Anda juga perlu mengetahui status tanah dan peruntukan terbarunya. Misalnya seperti ini, adakah rencana tata kelola pada wilayah tersebut dari pemeritah? Anda dapat memastikan penggunaan tanah yang dicerminkan oleh Koefisien Lantai Bangunan (KLB) dan Koefisien Dasar Bangunan (KDB) di lokasi tersebut melalui pejabat daerah setempat.

Perbedaan KPR dan KPT

Tentunya Anda pernah mendengar istilh KPR, bugan begitu? Kredit Pemilikan Tanah atau KPR pada dasarnya sama dengan KPT, yaitu prosedur meminjam uang pada bank untuk membeli sebuah properti. Perbedaannya, KPT untuk membeli tanah, KPR untuk membeli rumah. Selain itu, ada juga ]istilah lain yaitu KPA atau Kredit Pemilikan Apartemen yang objek propertinya merupakan apartemen.

Perbedaan KPR dan KPT

Biasanya, bank akan memberikan kredit pemilikan tanah sebesar 70% sampai dengan 80% (tergantung kebijakan bank) dari nilai appraisal bank atas tanah. Misal, hasil appraisal bank atas tanah yaitu Rp.500 juta, maka bank hanya akan memberikan kredit paling besar Rp. 350 juta.

Syarat Pengajuan Kredit Pemilikan Tanah

Syarat utama untuk mengajukan Kredit Pemilikan Tanah adalah siapkan uang muka sebesar 30%dari total harga tanahnya. Jika tanah yang akan dibeli memiliki harga sebesar Rp. 400 juta, maka uang muka Rp. 120 juta harus sudah anda kantongi.

Syarat yang lain akan berbeda berdasarkan kebijakan bank yang menawarkan layanan kredit pemilikan tanah di Indonesia. Untuk mengajukan KPT ini, Anda bisa langsung mendatangi beberapa bank yang menawarkan layanan tersebut. Tetapi perlu diketahui, memang tidak banyak bank yang menyediakan layanan tersebut.

Layanan Kredit Pemilikan Tanah oleh Berbagai Bank di Tanah Air

  • BTN

Saat ini BTN menyediakan kredit pemilikan tanah untuk lahan usaha pembangunan perumahan yang diajukan oleh badan usaha. BTN belum layanan pemilikan tanah untuk konsumer.

  • BNI

BNI Griya menyediakan kredit perumahan yang salah satunya untuk kredit pemilikan tanah kavling. Syaratnya yaitu, warga negara indonesia (WNI), usia minimum 21 tahun saat pengajuan, dan maksimal usia 55 tahun saat lunas (karyawan) dan 65 tahun (profesional dan wiraswasta)

  • CIMB Niaga

KPR Xtra CIMB NIAGA adalah layanan yang menyediakan kredit pemilikan tanah dengan syarat; Warga Negara Indonesia, domisili di Indonesia, usia minimal 21, karyawan, wiraswasta atau profesional.

bank1.jpg

  • Maybank

Menyediakan layanan KPR Maybank. Bisa untuk pembelian tanah. Dengan syarat,warga negara Indonesia, usia minimal 21 tahun dan maksimal 55 tahun (karyawan) dan 65 tahun (profesional/pengusaha) saat kredit berakhir. Memiliki penghasilan rutin, lama kerja atau usaha mnimal 2 tahun (karyawan) atau 3 tahun (pengusaha/profesional). Lokasi tempat tinggal, tempat bekerja dan objek jaminan harus berada di wilayah operasional Maybank.

  • BCA

BCA saat ini belum memiliki layanan kredit kepemilikan tanah, namun dapat menggunakan layanan Refinancing atau Multiguna di BCA untuk dapat memiliki tanah secara kredit.

  • Bank Mandiri

Bank ini juga belum memiliki layanan kepemilikan tanah. Sebagai alternatif yaitu layanan Refinancing, Multiguna  atau KTA Payroll di Bank Mandiri untuk dapat memiliki tanah secara kredit.

  • BNI Syariah

Melalui layanan BNI Griya iB Hasanah disediakan layanan kredit untuk membeli tanah kavling. Namun berlaku ketentuan dalam jangka waktu 1 hingga 2 tahun, tanah tersebut harus sudah dibangun rumah.

  • BRI Syariah

Bentuk layanannya adalah pembelian tanah kavling dengan luas ‚ȧ 2.500 meter persegi di dalam kompleks perumahan (real estate) dengan tenor maksimum 5 tahun khusus untuk pembiayaan tanah kavling siap bangun.

Dokumen yang Harus Dipersiapkan

Dokumen yang Harus Dipersiapkan

Jika syarat-syarat di atas sudah terpenuhi, mengajukan kredit pemilikan tanah juga membutuhkan berbagai dokumen penting. Dokumen tersebut antara lain:

  1. Fotokopi KTP pemohon,
  2. Fotokopi NPWP pemohon,
  3. Akta nikah atau cerai,
  4. Kartu keluarga,
  5. Buku rekening tabungan yang menampilkan kondisi keuangan Anda selama 3 bulan terakhir,
  6. Jika bekerja sebagai wiraswasta, diperlukan bukti transaksi keuangan usaha, SIUP dan Tanda Daftar Perusahaan (TDP),
  7. Dokumen kepemilikan agunan (SHM, IMB, PBB)

Proses Pengajuan Kredit Pemilikan Tanah

Setelah Anda mengetahui bank mana yang menyediakan layanan KPT, selanjutnya siapkanlah dokumen pendukung seperti yang disebutkan di atas. Kemudian datang ke bank dan isi formulir permohonan Kredit Pemilikan Tanah.

Biasanya, proses dari pengajuan hingga menunggu follow up dari bank akan membutuhkan waktu sekitar dua minggu hingga satu bulan. Ada banyak hal yang perlu dianalisa oleh bank saat menilai permohonan kredit yang kita ajukan, antara lain:

  1. Luas tanah
  2. Lokasi
  3. Harga pasaran

Anda juga harus memastikan bahwa tanah yang akan dikredit telah memiliki Sertifika Hak Milik (SHM). Karena, jika masih berstatus girik, sebatas akta jual beli, atau masih belum pecah dari developer bank umumnya akan sulit untuk mencairkan plafon kreditnya.

Di sisi lain, membayar cicilan tanah yang sudah memiliki sertifikat mempunyai keistimewaan seperti yang tercantum dalam Pasal 20 UUPA. Hak atas tanah adalah hak yang turun-temurun, terkuat dan terpenuh yang dapat dipunyai orang atas tanah.

Dengan hak milik atas tanah memberikan kewenangan untuk menggunakannya bagi segala macam keperluan dengan jangka waktu yang tidak ditentukan batasnya. Hak tersebut dapat berlangsung terus menerus selama pemiliknya masih hidup.

 

About: rumah