Ruang Bawah Tanah untuk Rumah

Ruang Bawah Tanah untuk Rumah

Ruang bawah tanah, dalam bahasa inggris disebut dengan basement. Rumah yang memiliki basement sudah lazim di negara-negara barat. Seperti di film liburan “Home Alone” rumahnya memiliki ruangan bawah tanah yang digunakan untuk menyimpan barang-barang yang sedang tidak digunakan.

Dinamakan ruang bawah tanah karena lokasinya memang berada di bawah level permukaan tanah. Biasanya, ruangan ini digunakan untuk tempat parkir, menyimpan barang dan ruangan rahasia. Tetapi ada juga yang menggunakannya seperti ruangan biasa seperti di permukaan tanah.

Di Indonesia, basement juga sudah banyak digunakan. Yaitu di gedung-gedung umum seperti mall dan perkantoran. Namun untuk penerapan basement di rumah-rumah biasa masih belum bisa dikatakan lazim.

Cara memperbesar ruang suatu rumah yaitu dengan menambahkan bangunan secara horiontal dan vertikal. Pembangunan secara horizontal yaitu dengan membuat bangunan lebih besar ke arah samping, depan atau belakang. Sedangkan vertikal yaitu ke arah atas atau bawah.

Lahan untuk pembangunan semakin lama semakin sempit, seiring dengan meningkatnya pembangunan di berbagai tempat. Harga lahan juga akan semakin mahal pula. Dengan demikian, penambahan bangunan secarra horizontal semakin sulit pula.

Pilihan membangun ke atas dan bawah bisa diterapkan. Jika sudah lazim membuat lantai bertingkat tambahan ke atas, maka tidak ada salahnya juga menerapkan basement untuk memperbesar ukuran ruang rumah. Berikut adalah beberapa cara membuat ruangan bawah tanah di rumah.

Perhitungan Biaya Pembangunan

Cara membuat ruang bawah tanah yang pertama yaitu perhitungan biaya. Tak dapat dipungkiri, pembiayaan adalah hal utama dalam melakukan pembangunan. Biaya yang kurang, tentu juga mempengaruhi kualitas bangunan. Sebaiknya rencanakan dengan matang terlebih dahulu berapa besar ukuran bangunan yang akan dibangun.

Apabila proses pembangunan terganggu dengan alasan kurangnya biaya, maka pembangunan mungkin saja terhenti. Proses yang tertunda tersebut dapat mengakibatkan bangunan menjadi tidak kokoh seperti yang direncanakan.

Perhitungkan dengan matang dan bijak baik dari bentuk dan ukuran rumah, bahan bangunan, upah tenaga kerja bahkan furnitur. Material ruang bawah tanah harus diprioritaskan, sebab ruangan tersebut menjadi pondasi di mana rumah utama akan berpijak.

Pembangunan basement tidak bisa sembarangan. Kesalahan sedikit bisa berakibat fatal. Dengan perencanaan yang baik maka rumah yang dibangun akan sesuai seperti yang diharapkan.

Terdapat berbagai pilihan desain untuk ruang bawah tanah. Yaitu desain minimalis, vintage, mewah dan rustic. Desain tersebut tidak ada yang dapat dikatakan paling baik. Semuanya pilihan desain akan baik bila sesuai dengan selera penghuni.

Dalam rangka menghemat biaya, desain minimalis juga bisa diterapkan untuk merancang rumah dengan ruang bawah tanah.

Garis Sempadan yang Sama Tinggi dengan Level Tanah

Garis Sempadan yang Sama Tinggi dengan Level Tanah

Dalam perancangan dasar rumah dengan ruang bawah tanah, GSB atau garis sempadan bangunan harus diperhitungkan. Garis sempadan atau garis batas pengaman luar merupakan garis yang ditetapkan ketika membangun suatu bangunan. Ebaiknya, garis sempadan ini ditetapkan sesuai level tinggi jalan dan tanah di sekitar bangunan.

Garis sempadan yang ditetapkan sesuai dengan level ketinggian tanah di sekitar mendukung kekuatan yang baik untuk menopang bangunan di atasnya. Garis sempadan dibuat dengan material yang lebih kuat dan keras, untuk itu usahakan garis ini tidak menghalangi jaringan-jaringan bawah tanah. Seperti jaringan akar tanaman besar, perpipaan dan kabel bawah tanah.

Dibutuhkan Material Bangunan yang Kuat untuk Membuat Ruang Bawah Tanah

Dalam membangun ruang bawah tanah, material juga sangat penting untuk diperhatikan. Ruang bawah tanah akan menopang bangunan inti di atasnya. Sehingga kekuatan material basement bukanlah hal yang sembarangan.

Sebagai material yang kokoh untuk menopang beban berat yang cocok yaitu sheet pile. Yaitu sebuah material yang terbuat dari baja dengan ketebalan 15 cm sampai 17 cm. Dinding utama ruang bawah tanah juga harus dibuat sekuat mungkin dan tidak bocor.

Dinding tidak hanya menahan beban dari atas dan samping, tetapi juga menahan agar air tidak memasuki ruangan bawah tanah. Direkomendasikan juga untuk menggunakan pelapis anti bocor atau waterproof.

Dibutuhkan Material Bangunan yang Kuat untuk Membuat Ruang Bawah Tanah

Sumber: Survival Mastery

Agar beban yang diterima dinding ruang bawah tanah tidak terlalu besar, dapat dilakukan dengan cara mengurangi berat bangunan inti yang berada di atas ruang bawah tanah. Kombinasi material adalah pilihan yang baik.

Material kayu atau yang ringan lainnya cocok untuk diterapkan pada rumah inti yang ditopang ruangan bawah tanah. Rangka atap juga bisa dipadukan dengan baja ringan. Namun, tetap diperhatikan aspek bahaya terhadap angin kencang. Material yang ringan akan lebh mudah diterpa angin kencang. Dengan desain yang relevan akan menjadikan kombinasi yang baik.

Tingginya Kelembaban di Ruang Bawah Tanah

Kelembaban menjadi hal yang perlu diperhatikan, sebab letaknya yang berada di bawah tanah, terhimpit oleh tanah dan pondasi rumah. Pencahayaan yang minim membuat kelembaban semakin meningkat. Hal ini akan menyebabkan lingkungan menjadi kurang sehat. Seperti risiko penyakit infeksi paru-paru. Kelembaban yang tinggi juga menyebabkan proses pengecatan menjadi sulit dikerjakan.

Hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah ini antara lain dengan menggunakan cat yang anti air. Wallpaper sangat tidak dianjurkan, karena jenis ini sangat tidak tahan terhadap kelembaban. Pengaturan pencahayaan dan sirkulasi udara yang baik juga dapat mengurangi masalah kelembaban. Selain itu, kurangilah penggunaan barang yang sifatnya tidak tahan terhadap kelembaban. Seperti karpet, aroma tidak sedap akan ditimbulkan jika karpet dalam kondisi lembab.

Sirkulasi Udara yang Lancar Menjadikan Ruang Bawah Tanah yang Sehat

Ruang bawah tanah adalah lingkungan yang tertutup. Dapat dikatakan bahwa lingkungan seperti ini adalah kondisi di mana kadar oksigen minim. Sementara itu, suplai oksigen di ruangan ini haruslah tetap terpenuhi. Agar penghuni tetap dapat bertahan dan kesehatan yang baik.

Sirkulasi Udara yang Lancar Menjadikan Ruang Bawah Tanah yang Sehat

Sumber: Ohio Basement

Pergerakan udara di ruangan tertutup sangatlah sulit terjadi secara alamiah. Oleh karena itu, pemasangan alat bantu sirkulasi udara sangatlah penting. Blower dan exhaust fan dapat diaplikasikan agar udara di dalam ruangan dapat berganti. Penting untuk diketahui bahwa saluran udara harus ada dua bagian, yaitu saluran masuk dan saluran keluar. Jika dipasang satu saluran saja, sirkulasi udara masih kurang baik.

Pencahayaan yang Cukup

Penggunaan cahaya alami sangat sulit diterapkan untuk ruangan bawah tanah. Sebab kondisinya yang terhimpit dari berbagai sisi. Pencahayaan alami bisa didapatkan dengan bantuan teknologi saluran cahaya yeng memanfaatkan cermin. Tentunya ini cukup rumit.

Pencahayaan yang Cukup

Sumber: Studio Home Design

Hal yang paling mudah adalah penggunaan lampu listrik biasa. Untuk menghemat biaya penerangan, gunakanlah lampu jenis LED (Light Emitting Diode). Sebab, ruangan bawah tanah akan butuh penerangan juga meskipun di siang hari.

Warna dinding ruangan bawah tanah juga berpengaruh. Sebaiknya gunakanlah warna-warna yang cerah. Karena warna yang cerah dapat memantulkan cahaya sehingga dapat mengurangi biaya dari segi pencahayaan.

Pemilihan Furnitur Ruang Bawah Tanah

Untuk mengisi perlengkapan di dalam ruangan dalam tanah, pemilihannya juga tidak boleh sembarangan. Perabot yang digunakan sebaiknya dipilih yang berbahan plastik atau logam yang anti karat. Sebab material ini lebih tahan terhadap kondisi lembab.

Penggunaan bahan kayu sangat tidak dianjurkan. Karena kayu akan sangat rentan terhadap kelembaban. Kayu yang lembab akan mudah untuk jamur bertumbuh. Material plywood dan triplek juga tidak disarankan untuk perabot di ruang bawah tanah.

Sistem Saluran Air

Untuk suplai air ke ruang bawah tanah sangat dapat didukung untuk memanfaatkan gravitasi. Dari penampungan di permukaan tanah atau dari saluran PAM langsung dapat dialirkan menuju penampungan bawah tanah.

Sementara yang sedikit menjadi permasalahan adalah sistem air pembuangan. Karena posisinya yang berada di bawah tanah, air pembuangan harus dipompa ke atas. Untuk itu anda perlu menambahkan biaya untuk membangun sistem pompa untuk saluran pembuangan.

Itulah beberapa hal tentang ruang bawah tanah untuk rumah kali ini. Semoga dapat menginspirasi.

 

About: rumah