Rumah Bergaya Eropa Untuk Inspirasi Anda

Rumah Bergaya Eropa Untuk Inspirasi Anda

Rumah bergaya Eropa umumnya lekat dengan kata megah. Sehingga model rumah Eropa masih menjadi pilihan favorit yang digunakan oleh banyak orang di Indonesia. Budaya Eropa sudah cukup melekat dengan masyarakat Indonesia. Hal ini terjadi karena negara kita memang diduduki oleh negara Eropa selama ratusan tahun. Sehingga sudah banyak bangunan di Indonesia dengan gaya Eropa bahkan hingga saat ini. Bahkan, beberapa bangunan bergaya Eropa tersebut kini dilestarikan dan dijaga keasliannya. Tapi, tidak hanya gedung perkantoran dan gedung sekolah bergaya Eropa saja yang banyak ada di Indonesia. Rumah bergaya Eropa juga banyak terlihat di Indonesia. Desain model rumah Eropa bisa menjadi inspirasi bagi Anda yang sedang ingin membangun rumah tinggal. Apa aja sih yang menjadi ciri khas dari rumah bergaya Eropa? Di bawah ini terdapat berbagai ciri khas dari rumah bergaya Eropa yang mungkin dapat menginspirasi Anda.

Rumah Bergaya Eropa Kecil dan Tinggi

Rumah Bergaya Eropa Kecil dan Tinggi

Rumah bergaya Eropa pada umumnya berukuran kecil. Beberapa negara di Eropa bahkan tidak memiliki masalah untuk sektor perumahan. Ukuran luasan rumah di Eropa tidak terlalu memakan banyak tempat. Berdasarkan studi yang dilakukan oleh Tableau and Find Me a Floor, rata-rata luas bangunan rumah di United Kingdom adalah 71.9 meter persegi. Meskipun begitu, orang-orang Eropa tidak merasa bahwa rumah mereka terlalu sempit. Hal ini karena mereka cenderung menghabiskan lebih banyak waktu untuk melakukan aktivitas outdoor daripada indoor.

Karena luas bangunan yang kecil, rumah-rumah Eropa pada umumnya bertingkat. Tapi, hal ini tidak menandakan bahwa semua model rumah Eropa itu berukuran kecil, lho. Banyak juga model rumah Eropa di Indonesia yang berukuran besar dan megah. Akan tetapi sepertinya rumah bertingkat memang sudah menjadi ciri khas rumah bergaya Eropa. Selain bertingkat, rumah bergaya Eropa juga memiliki langit-langit yang tinggi. Oleh karena itu, rumah-rumah bergaya Eropa umumnya terlihat tinggi dari luar. Hal ini juga dipengaruhi oleh bentuk atap dari rumah-rumah bergaya Eropa yang cenderung miring dan tinggi. Jadi, bentuk atap akan terlihat seimbang dengan bentuk rumahnya . Berbeda dengan rumah-rumah di negara Eropa pada umumnya, bentuk atap rumah di Perancis tidaklah miring ataupun tinggi. Rumah-rumah di Perancis pada umumnya memiliki atap seperti kubah dengan garis-garis sederhana. Sementara di Spanyol, atap rumahnya cenderung berbentuk datar dan dilapisi dengan genteng yang terbuat dari tanah liat.

Jendela dan Pintu Besar

Jendela dan Pintu Besar

Ukuran jendela dan pintu yang besar menambahkan efek kemegahan dari rumah-rumah bergaya Eropa. Jendela dari rumah bergaya Eropa umumnya berbentuk persegi panjang dengan sudut yang tegas. Jendela rumah juga bisa memiliki lengkungan setengah lingkaran di bagian atasnya. Kadang, jendela tersebut berukuran sangat besar. Jendela biasanya menjulang dari lantai hingga mencapai langit-langit. Jendela rumah yang besar pada umumnya adalah kombinasi antara kaca dengan teralis. Pada bagian dalam jendela dihiasi oleh tirai kain yang panjang. Tak jarang juga kaca atau teralis jendela dihias oleh ukiran yang sesuai. Untuk jendela yang terletak di lantai atas rumah, biasanya juga akan berfungsi menjadi pintu. Pada bagian atas jendela biasanya diberi atap kecil untuk menahan sinar matahari dan air hujan. Rumah bergaya Eropa memang terkenal sebagai rumah hemat energi. Sehingga pada siang hari tak lagi diperlukan bantuan cahaya lampu untuk penerangannya.

Selain jendela yang besar, pintu yang terdapat pada rumah bergaya Eropa pun biasanya besar dan megah. Setiap rumah umumnya memiliki pintu utama. Pintu yang terdapat pada rumah bergaya Eropa umumnya berbahan kayu. Pintu tersebut terdiri dari dua buah daun pintu. Sama seperti jendela, pintu berbahan kayu tersebut pada umumnya dihiasi ukiran di sekililingnya. Bentuk pintu dapat berupa persegi panjang atau memiliki lengkung setengah lingkaran di atasnya. Tak jarang juga ada yang memadukan bahan kayu dengan kaca agar pintu terlihat lebih megah.

Dihiasi Pilar dan Cerobong Asap

Dihiasi Pilar dan Cerobong Asap

Kemegahan model rumah Eropa juga dipengaruhi oleh adanya pilar yang terletak di luar atau di dalam rumah. Meski memiliki konsep minimalis, rumah Eropa umumnya memiliki pilar di dekat pintu utama. Pilar yang ada di luar rumah berjumlah dua buah dan terletak di sebelah kanan dan kiri pintu utama. Bentuk pilar ini umumnya menjulang dari dasar permukaan tanah hingga ujung langit-langit rumah. Jadi, pilar ini juga berfungsi sebagai pondasi rumah. Bahan pilar dapat terbuat dari semen ataupun kayu dan umumnya diberi ukiran sederhana. Pilar tersebut pada umumnya berbentuk silinder atau hexagonal.

Sementara itu, negara-negara di Eropa pada umumnya memiliki empat musim. Jadi, rumah-rumah Eropa pada umumnya memiliki cerobong asap. Cerobong digunakan untuk jalan keluar tungku perapian yang digunakan untuk menghangatkan diri ketika musim dingin. Meskipun Indonesia bukan negara empat musim, model rumah Eropa yang dibangun juga ada yang memiliki cerobong asap. Akan tetapi, sebaiknya dalam lubang cerobong asap diberikan saringan udara agar debu dari luar tidak masuk ke dalam rumah.

Balkon di Lantai Atas

Balkon di Lantai Atas

Pada bagian lantai atas rumah bergaya Eropa, biasanya terdapat balkon yang sudah diamankan dengan pagar yang terbuat dari bahan kayu, besi, ataupun semen yang disesuaikan dengan model rumahnya. Balkon juga dikenal sebagai teras yang terletak di lantai atas suatu rumah. Untuk mempercantik rumah, para pemilik rumah biasanya menambahkan beberapa furnitur di balkonnya seperti kursi dan meja. Selain sebagai penghias rumah, furnitur tersebut juga digunakan untuk menikmati secangkir teh di sore hari.

Dekorasi Khas Eropa

Dekorasi Rumah Bergaya Eropa

Ciri khas utama dari rumah ini adalah dekorasi interior dan eksterior rumah. Bagian interior rumah umumnya dihiasi oleh berbagai elemen dekorasi. Dinding dan langit-langit rumah biasanya diberikan ukiran-ukiran. Selain itu, pemilik rumah juga pada umumnya menambahkan koleksi barang antiknya. Guci, patung, lukisan, atau hiasan lainnya yang terbuat dari marmer dapat ditambahkan agar terkesan mewah.

Sementara bagian eksterior rumah biasanya dilengkapi dengan fasad. Fasad biasanya memiliki ukiran modern nan cantik yang terbuat dari batu bata. Setelah itu, fasad kemudian dilapisi oleh cat dengan warna seperti emas atau perak. Sehingga pada siang hari, fasad akan terlihat mengkilap dan mewah. Fasad juga dapat terbuat dari batu alam yang dihias dengan menggunakan tanaman merambat atau pot bunga. Tentunya fasad juga dihiasi dengan lampu antik agar tetap memberi kesan yang mewah pada malam hari.

Kelima aspek di atas adalah ciri khas yang membedakan model rumah Eropa dengan model rumah lainnya. Meskipun rumah bergaya Eropa ini terkesan megah, Anda tak harus memiliki lahan yang luas untuk membangunnya. Anda dapat menjadi seperti orang-orang Eropa pada umumnya. Dengan membangun rumah kecil dan megah, agar kesan minimalis dan modern dipadukan menjadi satu.

 

About: rumah