Rumah Gaya Jepang, Minimalis dan Selaras Alam

Rumah Gaya Jepang, Minimalis dan Selaras Alam

Rumah gaya Jepang sangat cocok dikombinasikan dengan desain rumah minimalis. Bagi Anda yang meminati konsep minimalis, arsitektur Jepang menjadi pilihan yang tepat. Material kayu menjadi dominan,  sederhana dengan tata letak yang baik serta jauh dari kesan berantakan.

Tren desain rumah gaya Jepang minimalis tak hanya berkembang di negara Jepang itu sendiri. Orang-orang dari berbagai negara juga mengadopsinya untuk rumah kebanggaannya. Desainnya yang elegan,nyaman dan simpel menjadi daya tarik tersendiri.

Rumah bergaya Jepang mengadopsi arsitektur Zen.Makna dari kata Zen sendiri adalah sebuah kondisi batin yang berpusatkan pada meditasi. Ajaran Zen adalah kehidupan yang dijalani dengan cara bersinergi dengan alam. Guna mencari makna kehidupan untuk keseimbangan hidup melalui kesederhanaan dan keselarasan dengan alam. Oleh karena itu, Desain rumah gaya Jepang selalu memberikan kesan-kesan yang selaras dengan alam.

Rumah gaya Jepang modern tentunya tetap memperhatikan kaidah desain arsitektur zen. Mengutamakan keseimbangan hidup dengan cara sederhana serta selaras dengan alam. Berikut adalah beberapa hal yang dapat diadopsi untuk desain rumah minimalis Anda.

Material yang Memberi Kesan Natural

Untuk menghadirkan nuansa alami, dapat digunakan material yang masih menampilkan wajah bahan alami itu sendiri. Material alam seperti kayu yang dominan dapat memberikan suasana alam. Kayu dapat diaplikasikan pada furniture, lantai, dinding dan juga langit-langit. Tak jarang juga diletakkan tanaman di tiap ruangan untuk menghadirkan kesan alami.

Penggunaan Warna Natural

Ciri khas gaya desain Jepang adalah penggunaan warna natural. Warna abu-abu, putih, krem (plitur kayu) dan hijau menjadi pilihan warna untuk konsep desain ini. Menciptakan relaksasi dan ketenangan adalah alasan mengapa warna-warna tersebut dipilih.

Penggunaan Warna Natural

Warna fabric / kain juga dibuat senada dengan warna-warna komponen-komponen rumah lainnya.Gorden merupakan salah satu elemen yang sangat penting dalam arsitektur zen. Aplikasikan gorden tersebut dengan warna-wana natural. Tekstil alami seperti wol atau linen sebaiknya diterapkan sebagai bahan gorden.  Dengan penggunan gorden, kebisingan dapat diredam dan airdratf dapat diblok. Sehingga memberikan suasan akrab dan intim di dalam rumah.

Pencahayaan Alami Khas Rumah Gaya Jepang

Rumah gaya Jepang terkenal juga dengan jendela yang lebar dan ruangan terbuka. Dengan kondisi jendela seperti ini, penghuni rumah akan lebih bebas melihat pandangan ke berbagai penjuru. Ruang terbuka memberikan tujuan untuk mendapatkan pencahayaan dan udara alami yang segar secara maksimal. Bagian langit-langit juga dapat diterapkan konsep transparan. Sehingga memungkinkan cahaya dari bagian atas juga bisa masuk.

Pencahayaan Alami Khas Rumah Gaya Jepang

Nuansa tenang dan relaksasi sepenuhnya dapat diberikan dengan penggunaan lampu-lampu dengan warna warmlight.Intensitas cahaya yang berbeda-beda dapat digunakan sesuai dengan fungsi ruangan. Agar sinar dari lampu-lampu tersebut tidak langsung memancar ke benda-benda di sekitar, dapat dipasangkan pelindung / penutup lampu. Dengan pelindung lampu tersebut juga akan memberikan nuansa temaram yang menenangkan.

Rumah Gaya Jepang Penambahan Unsur Alam

Cara paling sederhana untuk membawa nuansa alam ke dalam rumah adalah dengan penambahan tanaman dan bunga-bunga segar. Pilihan tanaman tersebut yaitu terrarium, boncai, kaktus dantanaman cantik lainnya. Untuk menghadirkan kesejukan alami tanaman dapat dipajang dalam pot kecil di sudut ruangan. Bunga-bungaan dapat dipajang dalam vas sederhana di atas meja.

Lilin aroma terapi ditambahkan di sekitar ruangan untuk mendapatkan suasana yang tenang. Penggunaan lilin aroma terapi mampu memberikan aroma yang menenangkan serta pencahayaan lilin mampu memberikan perasaan yang tenang dan nyaman untuk relaksasi. Selain itu, lilin juga berfungsi menjadi elemen dekoratif ruangan yang akan menampilkan khas dan keunikan arsitektur zen.

Air merupakan salah satu elemen penting yang ditonjolkan. Tak jarang juga desain rumah gaya Jepang menambahkan sebuah kolam dan taman di dalam rumah. Kolam bisa digunakan untuk memelihara ikan-ikan hias. Dengan adanya air mengalir akan menambah suasana ketenangan di dalam rumah.

Rumah Gaya Jepang Furnitur Simpel dan Clear Lines

Ornamen yang berlebihan dan detail yang rumit adalah hal yang harus dihindari dari konsep arsitektur gaya Jepang. Karena ciri khas gaya Jepang adalah sederhana. Penggunaan material haruslah material yang dapat memberikan nuansa relaksasi dan kehangatan.

Garis-garis tegas juga diperlukan untuk memberikan kesan elegan. Penerapan garis tegas dapat dilakukan dengan memasang garis-garis horizontal. Karena pada dasarnya, garis horizontal akan menuntun pandangan mata kita untuk melihat keseluruhan ruangan. Selain itu, garis tersebut juga memberikan kesan kalem dan menyeimbangkan energi yang berada di dalam rumah.

Gaya Jepang juga banyak menggunakan furnitur rendah. Ruang berkumpul dengan konsep lesehan juga sudah menjadi khas Jepang.  Lantai anyaman Tatami dengan satu meja menjadi pusat berkumpul yang sekitarnya tersedia bantal sebagai alas. Siapapun yang berkunjung dijamin akan merasa betah.

Hindarkan dari Barang yang Membuat Tampak Berantakan

Semua barang yang dipajang dalam rumah minimalis gaya Jepang hanyalah benda-benda yang berguna dandibutuhkan. Pernak –pernik yang terlalu ramai justru akan memberikan kesan yang berantakan.

Untuk membuat ruangan terasa lebih lega, dapat dipasang cermin besar atau jendela yang besar. Namun kalau tidak memilikinya, masih ada beberapa cara untuk menyiasatinya. Yaitu dengan membiarkan dinding kosong tanpa pajangan. Palet warna netral, aksen minimalis dan dinding berwarna putih. Kombinasinya akan menghadirkan perasaan bahwa rumah lebih lega dan segar.

Pintu Utama Menggunakan Pintu Geser (Mushiko Mado)

Desain rumah gaya Jepang juga sudah populer dengan model pintu gesernya. Pintu geser ini biasanya dipasang pada pintu utama. Mushiko Mado memiliki celah-celah kecil.Celh ini berfungsi agar cahaya bisa masukdan memungkinkan sirkulasi udara.

Selain itu, ada juga jenis pintu geser dengan nama Shoji. Jenis pintu geser ini meiliki celah yang lebih besar. Celah tersebut diberi lapisan kertas agar tidak terlalu tembus pandang tetapi cahaya tetapbisa masuk.

Ruang Transisi antara Luar dan Dalam (Genkan)

Tentunya anda pernah menonton serial kartun Doraemon ketika Nobita pulang sekolah lalu masuk rumah sambil berteriak ”aku pulang!”. Ruangan di mana Nobita melepaskan alas kaki itu disebut Genkan. Yaitu ruangan transisi antara luar dan dalam rumah.

Ruang Transisi antara Luar dan Dalam (Genkan)

Sumber: Fun! Japan

Ruangan ini berada tepat setelah pintu utama rumah. Genkan juga memiliki batas ketinggian lantai, di mana sisi dalam rumah akan memiliki ketinggian lantai yang lebih tinggi. Pada ruangan ini juga merupakan batas alas kaki. Sepatu, sandal dan alas kaki lainnya akan dilepas dan disimpan di sini.

Tempat Tidur yang Rendah

Umumnya, tempat tidur gaya Jepang adalah ranjang rendah bahkan menempel di lantai. Dengan menerapkan aspek tersebut adalah salah satu jurus ampuh untuk mendapatkan kesan Jepang di ruang tidur.

Bila menggunakan ranjang, tentunya tetap menggunakan bahan dan warna alami. Pilihlah ranjang kayu yang memiliki tekstur dan menampilkan warna alami. Seperti warna krem hasil plitur akan memberikan nuansa natural.

Tempat Tidur yang Rendah

Ranjang sebaiknya memiliki tinggi maksimum 30 cm. Agar ranjang tidak memboroskan ruangan, terapkan juga konsep multifungsi. Yaitu dengan membuat bagian bawah ranjang sebagai fungsi loker penyimpanan barang.

Kenyamanan adalah faktor utama dalam mendesain tempat tidur. Usahakan jangan banyak barang berada di kamar tidur. Hindari juga perabot atau furnitur berukuran besar. Karena barang besar tersebut justru akan membuat kualitas istirahat tidak baik. Cukup barang-barang penting saja yang berada di dalam kamar tidur.

 

About: rumah